Logo

Our Partner

Tentang Kami - Institut Perdamaian Indonesia

pic1

Ditinjau dari berbagai aspek, demografis, geografis dan budaya, Indonesia yang sangat heterogen dan plural sangat rentan terhadap munculnya konflik. Baik itu konflik vertikal maupun horisontal. Tak terhitung jumlah korban akibat konflik yang pernah terjadi di Indonesia, baik itu secara materi maupun non materi. Faktor munculnya konflik pun beragam dari waktu ke waktu, dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Indonesia boleh berbangga karena sejumlah konflik (besar) bisa diselesaikan dengan bermartabat. Perdamaian pun dicapai dan dinikmati.

Kalau boleh disebut, konflik di Poso berakhir dengan kesepakatan damai Malino I, konflik di Maluku berakhir pula dengan kesepakatan damai Malino II, dan konflik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berakhir dengan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Undertanding (MoU) Helsinki. Fakta membuktikan dengan berakhirnya konflik, masyarakat menjadi lebih tenang dan damai menjalani kehidupan. Ekonomi menjadi tumbuh dan kehidupan sosial lebih baik.

Kesepakatan damai bukan akhir dari segalanya. Ada tugas besar untuk menjaga dan menumbuhkembagkan perdamaian. Atas dasar itu, pada awal tahun 2007, beberapa orang yang memiliki kepedulian terhadap perdamaian di Indonesia dan juga perdamaian di dunia tergerak untuk mendirikan lembaga dengan nama Institut Perdamaian Indonesia (IPI). Sebuah wadah tempat dilakukannya kajian dan implementasi untuk membangun kesadaran bersama masyarakat tentang perdamaian melalui beragam aktifitas sosial, budaya, dan kemanusiaan. Tujuannya agar terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kacamata IPI, konflik memiliki suatu siklus hidup yang tidak berjalan linear. Ada banyak faktor yang mempengaruhi dinamika siklus tersebut. Dan semuanya bersifat kausalitas. Ada faktor pemicu dan pemacu terhadap konflik. IPI mencoba mengkombinasikan beragam dan variasi penyelesaian konflik demi terwujudnya perdamaian yang ‘abadi’.

Dengan sejumlah pendekatan dan berbagai tahapan, IPI berusaha berperan untuk dapat menurunkan eskalasi konflik melalui dialog sehingga kelompok yang bertikai dapat mencapai pemahaman timbal-balik dan menggali alternatif solusi untuk mengakhiri konflik demi menuai damai.

Perdamaian adalah milik semua. Semua umat manusia dari segala penjuru dunia. Harapan untuk menciptakan perdamaian dunia adalah cita-cita mulia dari hampir semua negara dunia. IPI menjadi bagian dari dunia untuk memberikan kontribusi menyelesaikan, menjaga dan menumbuhkembangkan perdamaian bersama anggota masyarakat dunia. IPI sangat terbuka untuk bekerjasama dengan sejumlah pihak atas dasar perdamaian dan kemanusiaan.

***

 

Kabar Terbaru

Kalla Tak Mau Ada MoU Helsinki Berikutnya
Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla  mengutarakan keinginannya terkait dengan peringatan 5 tahun perjanjian...
Selengkapnya...
Refleksi 5 Tahun MoU Helsinki
BANDA ACEH - Perdamaian Aceh yang kemarin genap berumur lima tahun, dianggap masih belum matang serta penuh...
Selengkapnya...