|
IPI-PACTA: Aliansi Baru Untuk Perdamaian |
|
Kamis, 18 Juni 2009 04:19 |
|
Upaya untuk membangun perdamaian menjadi tanggung jawab bersama. Ini pula yang dirasakan oleh Institut Perdamaian Indonesia (IPI). IPI adalah organisasi yang menjadi tempat dilakukannya kajian dan implementasi untuk membangun kesadaran bersama masyarakat tentang perdamaian. Melalui beragam aktifitas sosial, budaya, dan kemanusiaan, IPI berupaya memberikan kontribusi dalam menciptakan, menjaga, merawat dan menumbuhkembangkan perdamaian di Indonesia dan dunia. Salah seorang pendiri IPI adalah Farid Husain, seorang yang sangat berkomitmen terhadap perdamaian Indonesia dan banyak terlibat pada keberhasilan proses perdamaian di Poso (Malino I), Maluku (Malino 2) dan Aceh (MoU Helsinki). Tidak hanya itu, Ia juga yang berperan besar terhadap proses perdamaian di Thailand Selatan dalam pertemuan Bogor, 21 September 2008 lalu. Bahkan dihadapan sejumlah jenderal dari Thailand, Presiden SBY memberikan predikat pada Farid Husain sebagai ‘star’ Perdamaian di Indonesia.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 14 Juli 2010 04:32 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 07 May 2008 04:20 |
|
IIAP Selenggarakan Seminar “Peace Processes in Indonesia”
Institut Perdamaian Indonesia (IPI) bekerjasama dengan Interpeace - International Peacebuilding Alliance untuk program Aceh dengan nama IPI-Interpeace Aceh Programme (IIAP) pada 7 Mei 2008 bertempat di Ballroom Hotel Four Seasons menyelenggarakan seminar dengan tema: “Peace Processes in Indonesia”. Hadir dalam seminar ini, Wakil Presiden RI H.M Jusuf Kalla, Mantan Presiden Finlandia yang juga menjadi mediator MoU Helsinki, Martti Ahtisaari dan sejumlah pejabat tinggi negara, partai politik, para duta besar negara sahabat, dan peserta lainnya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Senin, 07 April 2008 04:17 |
|
Dalam rangka menumbuhkembangkan perdamaian di Aceh, Institut Perdamaian Indonesia (IPI) bekerjasama dengan Interpeace dalam sebuah program bernama IPI-Interpeace Aceh Programme (IIAP) menyelenggarakan tindaklanjut MoU Helsinki dalam kegiatan bernama MoU Round Table (MRT) di Jakarta, 6-7 April 2008. Pertemuan ini adalah pertemuan ke-3 setelah sebelumnya dalam MRT ke-1 diselenggarakan di Jakarta 14-15 Desember 2007 dan MRT ke-2 di Makassar 9-10 Februari 2008.
Dalam pertemuan ke-3 ini hadir delegasi Pihak ke-2 hadir Malik Mahmud, Zaini Abdullah, Zakaria Saman, Ibrahim KBS, Kamaruddin, TM Nazar dan Haji Arman. Sementara itu dari delegasi pihak ke-1 , hadir Dr. Farid Husain, Sofyan Djalil, Hamid Awaludin dan Iris Indira Murti yang pernah menjadi duta besar RI di Helsinki (Finlandia) saat MoU Helsinki ditandatangani 15 Agustus 2005. Hadir pula, Ferry Mursyidan Baldan Anggota DPR RI yang menjadi ketua Pansus UU PA (Undang-undang Pemerintah Aceh). Bertindak sebagai pimpinan sidang adalah Dr. Farid Husain.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|