|
Jurnalisme Damai Bachtiar Aly |
|
Ditulis oleh Subur Tjahjono
|
|
Menjelang penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, 15 Agustus 2005, Prof Dr Bachtiar Aly (56) sebetulnya berharap dapat menghadiri seremoni yang bersejarah itu. Namun, tokoh Aceh yang sempat menjadi anggota juru runding RI tahun 2002 tersebut terhalang birokrasi karena masih menjabat Duta Besar Indonesia untuk Mesir.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Farid Husain, Anggota perunding pada MoU Helsinki
|
QUO desiderat pacem, praeparet pacem.
Jika menginginkan perdamaian, persiapkan perdamaian. Diakui bahwa kondisi terkini di Aceh pasca-me morandum of understanding (MoU) Helsinki sangatlah kondusif. Itu bisa dilihat dari perspektif ekonomi, hukum, politik dan yang lainnya. Bahwa masih ada sejumlah lubang, ada kekurangan di sana-sini, tentu itu hal yang wajar. Menjadi tugas bersama untuk membenahi. Suasana seperti saat ini tidak kita temukan pada tiga tahun dan beberapa tahun sebelumnya, ketika Aceh masih dalam suasana konflik. Suasana yang mencekam, takut, khawatir, dan waswas yang menyelimuti detik per detik perjalanan napas warga Aceh.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Martti Ahtisaari Raih Nobel Perdamaian |
|
Ditulis oleh Berbagai Sumber
|
|
Jumat, 10 Oktober 2008 03:30 |
Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari meraih medali Nobel perdamaian yang diumumkan Jumat (10/10). Dia dinobatkan meraih Nobel Perdamaian atas kerja keras dalam memediasi perdamaian di berbagai belahan dunia, termasuk perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka.
Pengumuman Ahtisaari sebagai pemenang Nobel Perdamaian diumumkan di Oslo Norwegia pada Jumat (10/10). Dia berhak atas hadiah sebesar USD 1,4 juta setelah menyisihkan 197 kandidat lainnya. Medali Nobel akan diserahterimakan di Oslo pada 10 Desember, yang merupakan peringatan hari meninggalnya Alfred Nobel pada 1896, seorang pencipta dan dermawan dari Swedia.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Kalla Akan Bertemu Hasan Di Tiro |
|
Ditulis oleh Tempointeraktif
|
|
Selasa, 07 Oktober 2008 03:31 |
Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan bertemu mantan pimpinan tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muhammad Hasan Di Tiro di Nanggroe Aceh Darussalam pada 11 Oktober nanti. Kalla akan didampingi beberapa orang yang pernah terlibat dalam proses perundingan Helsinki.
Beberapa orang yang diminta Kalla menemui Hasan, yaitu Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Farid Husain dan Duta Besar Indonesia di Rusia, Hamid Awaluddin, yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Bersatu.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Dilihat dari Dalam, Ditulis dari Luar |
|
|
|
|
Ditulis oleh Kompas
|
|
Jumat, 08 Agustus 2008 01:20 |
|
Pada tahun 2001, saat memenuhi undangan makan malam James T Siegel di kediamannya di Ithaca, saya mengajukan pertanyaan sederhana: mengapa Profesor berhenti menulis tentang Aceh dan mulai menulis tentang Jawa? Ia menjawab: Aceh kering, sekali ditulis sudah selesai.
Siegel menyumbangkan dua karya besar tentang Aceh; tentang Jawa, selalu menerbitkan ide baru untuk menuliskannya dan tidak perah selesai. Hal yang mirip pernah juga saya bertanya kepada Anthony Reid ketika ia mampir di Aceh sebelum menempati tugas baru di Amerika. Kenapa Profesor berhenti menulis tentang sejarah Aceh kontemporer setelah karya ilmiah yang kaya tentang Revolusi Sosial di Aceh atau Perang Cumbok? Apalagi penulisan sejarah Aceh dibiarkan ”kosong” antara masa pasca-DI/TII (1963) hingga masuk awal abad ke-21.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 14 Juli 2010 04:12 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |